SumutJaya.com, Medan. 19 Maret 2026. – Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia, Assoc.Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH, menyerukan revolusi kesadaran nasional jelang Pemilu 2029. "Waspada dalam memilih, Pilihlah pemimpin tangguh yang tidak pendusta, tidak oportunis, dan tidak dzolim.
Seperti pemimpin yang nasionalis, tegas dari kalangan TNI kedepannya, selain itu ada juga sosok yang pantas dari kalangan Pengusaha yang bijaksana dan tegas mengutamakan dari kalangan pengusaha yang amanah, bijaksana dan bertangan dingin demi kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya," tegasnya saat berbicara pada wartawan di Medan, Kamis (19/3-2026).
Dalam suhu geopolitik global yang memanas mengundang dunia internasional dalam perebutan sumber daya alam, geografi dan politik yang tidak menentu, membuat keretakkan hubungan internasional antar negara dan badai perang dunia—Assoc.Prof.Dr.Ali Yusran Gea mengkritik krisis hegemoni politik dalam negeri yang menguasai kekuasaan secara monopoli (oligarki) dan atau didominasi kelompok kelompok partai tertentu hingga kondisi domestik NKRI yang diduga "babak belur".
"Apalagi rumah tangga sendiri belum rapi: pengawasan eksekutif-legislatif masih tumpang tindih, politik seperti ayunan tanpa arah, sosiopolitik terbuang untuk premanisme. KKN merajalela, hukum direkayasa penguasa, pengangguran melonjak, kesejahteraan rakyat diabaikan, biaya pendidikan melambung, guru-dosen terpinggirkan, isu HAM membara seperti kasus aktivis Kontras yang disiram cuka, serta demokrasi teramputasi," sindirnya.
Menyoroti pertahanan nasional yang lemah dan kehidupan rakyat yang tidak berkepastian, ia menekankan: "Fungsi Legislatif sulit dibedakan dengan fungsi eksekutif karena pemerintahannya kolutif. Bangkitkan idealisme! Pilih pemimpin dari garis depan TNI yang tangguh dan bijaksana untuk reformasi sejati, agar tak potong jalan perjuangan demokrasi panjang.
"Sebagai ormas reformis, DPP Purbaya Indonesia terus mendorong kepemimpinan pro-rakyat demi kesejahteraan nasional, menghindari jebakan hegemoni geopolitik global yang mengancam kedaulatan. (Red/Tim)









.jpg)

.jpg)






.jpg)



