SumutJaya.com, ACEH TAMIANG — Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), melalui dukungan ToGETHER dalam program INSIGHT, menyalurkan bantuan tilam kepada 350 orang dari kelompok rentan di tiga desa di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.
Pendistribusian bantuan dilaksanakan selama tiga hari, masing-masing di Desa Pengidam pada 3 September 2026, Desa Pantai Cempa pada 4 September 2026, dan Desa Rantau Bintang pada 5 September 2026. Kegiatan di setiap desa dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah desa sebagai bagian dari koordinasi dan pelaksanaan kegiatan di tingkat masyarakat.
Bantuan tilam tersebut menyasar empat kelompok rentan, yaitu ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Penentuan penerima manfaat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat kerentanan masing-masing keluarga, sehingga bantuan dapat diprioritaskan kepada masyarakat yang memiliki kebutuhan lebih tinggi.
Di Desa Pengidam, pendistribusian yang berlangsung di Kantor Desa Pengidam menjangkau 127 orang. Selanjutnya, di Desa Pantai Cempa, sebanyak 117 orang menerima bantuan, terdiri dari 52 balita, 43 lansia, 13 ibu hamil, dan 9 penyandang disabilitas.
Sementara itu, pendistribusian di Desa Rantau Bintang yang dilaksanakan di Kantor Desa pada 5 September 2026 menjangkau 106 penerima manfaat, terdiri dari 60 balita, 27 lansia, 12 penyandang disabilitas, dan 7 ibu hamil.
Secara keseluruhan, bantuan tilam tersebut telah menjangkau 350 orang di tiga desa yang menjadi wilayah intervensi program. Bantuan ini merupakan bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi kelompok yang memiliki kerentanan lebih tinggi dalam menghadapi dampak bencana dan proses pemulihan pascabencana.
Saat dikonfirmasi, Muhammad Khadafi selaku Koordinator Lapangan program menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan memang diarahkan kepada masyarakat yang termasuk dalam kelompok rentan terhadap dampak bencana.
“Bantuan ini kita arahkan kepada kelompok yang memang memiliki kerentanan lebih tinggi. Dalam proses pendataan dan distribusi, kita melihat kebutuhan masing-masing penerima, dengan memprioritaskan ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, serta keluarga yang memiliki balita. Harapannya, bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat dan mendukung kenyamanan masyarakat selama proses pemulihan,” ujar Muhammad Khadafi.
Pada pelaksanaan pendistribusian di Desa Rantau Bintang, Miswar selaku Datok Penghulu (Kepala Desa) Rantau Bintang turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PKPA dan pihak pendukung atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat desa, terutama warga yang masuk dalam kategori kelompok rentan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PKPA serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti, khususnya bagi masyarakat yang memang membutuhkan dan masuk dalam kelompok rentan,” ungkap Miswar.
Menurutnya, perhatian terhadap kelompok rentan sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana. Bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menunjukkan adanya kepedulian dan dukungan terhadap warga yang membutuhkan perhatian lebih.
“Harapan kami, dukungan seperti ini dapat terus membantu masyarakat dalam menjalani proses pemulihan. Kami juga mengapresiasi koordinasi yang dilakukan bersama pemerintah desa sehingga bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang sesuai dengan kriteria dan kebutuhannya,” lanjutnya.
Melalui kegiatan tersebut, PKPA bersama dukungan ToGETHER dalam program INSIGHT terus berupaya mendorong pemulihan masyarakat yang lebih inklusif dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan. Kolaborasi dengan pemerintah desa juga menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.
Pendistribusian bantuan tilam di tiga desa ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para penerima, sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang lebih layak dan nyaman bagi kelompok rentan dalam menjalani proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.
(dafi)




















.jpg)
