Pantauan dilokasi menunjukkan puluhan hingga ratusan kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga keluar area SPBU, menutup sebagian lajur jalan dan menyebabkan kepadatan kendaraan sepanjang beberapa ratus meter. Antrean mulai terlihat sejak pagi dan terus berlangsung hingga siang hari, dengan laju pengisian yang relatif lambat.
Salah satu kemungkinan yang diungkapkan warga adalah adanya pembatasan penjualan Pertalite atau berkurangnya ketersediaan stok BBM di SPBU tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak pengelola SPBU atau dari Pertamina mengenai penyebab antrean dan apakah terjadi pembatasan distribusi.
Ade Sukardi, Ketua BKM Al-Ikhlas Kodam Lama ketika melintas di SPBU tersebut menyatakan keheranannya atas kondisi yang terjadi. “Saya heran melihat kondisi bangsa dan negara kita sampai seperti ini terjadi antrean panjang. Bagaimana masyarakat mau bekerja dan beraktifitas dalam keseharian. Seharusnya para pemimpin melihat ini semuanya dan bertindak amanah untuk menjamin kebutuhan rakyat, bukan malah membuat masyarakat resah dan kesulitan,” kata Ade Sukardi saat di lokasi, Selasa siang (14/7-202).
Warga lain mengeluhkan keterlambatan pasokan yang kerap memicu antrean pada jam-jam tertentu, mengganggu aktivitas harian seperti berangkat kerja dan kegiatan usaha kecil. Seorang pengendara ojek online, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan antrean memakan waktu lebih lama dari biasanya dan berdampak pada pendapatan harian karena waktu operasional menjadi terganggu.
Sampai kini upaya konfirmasi kepada manajemen SPBU dan perwakilan Pertamina setempat masih berlangsung. Pihak Pertamina regional belum memberikan pernyataan resmi mengenai indikasi pembatasan penjualan atau gangguan distribusi BBM di wilayah Medan dan sekitarnya.
Pengamat energi lokal menilai antrean seperti ini biasanya disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor: gangguan distribusi di tangki atau depot, penjadwalan pengisian ulang yang belum sinkron dengan permintaan, adanya kebijakan pembatasan jenis BBM tertentu, atau peningkatan permintaan mendadak dari konsumen. Mereka mendorong transparansi data stok dan jadwal distribusi agar publik mendapat informasi yang jelas.
Dampak antrean panjang di SPBU tidak hanya pada kemacetan lalu lintas, tetapi juga pada ekonomi mikro warga yang menggantungkan kegiatan harian pada ketersediaan BBM. Tokoh masyarakat dan pengguna jalan mengharapkan pihak berwenang segera menjelaskan akar masalah dan mengambil langkah cepat untuk mengatasi gangguan distribusi jika memang terjadi.
Selama antrian panjang di SPBU teejadi, tim redaksi akan terus memantau perkembangan dan memperbarui berita ini setelah menerima keterangan resmi dari pihak SPBU, Pertamina, atau instansi pemerintah terkait. (Red)







.jpg)













