Pada 27 April 2026, tim mendistribusikan 278 paket bantuan kepada kepala keluarga di Desa Sekumur, yang terdiri dari 172 paket hygiene kit dan 106 paket shelter kit, disertai layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Selanjutnya, tim bergerak ke Desa Tanjung Gelumpang untuk menyalurkan 104 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak serta 78 unit meja belajar guna mendukung fasilitas belajar di TPA setempat.
Pada 28 April 2026, kegiatan dilanjutkan di Desa Sulum dengan pendistribusian 220 paket kepada kepala keluarga, yang terdiri dari 100 paket hygiene kit untuk keluarga non-rentan dan 120 paket shelter kit bagi kelompok rentan, termasuk keluarga dengan balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta lansia di atas 70 tahun. Setelah itu, tim melanjutkan distribusi ke Desa Pematang Durian dengan menyalurkan 88 paket perlengkapan sekolah, 40 unit meja belajar, serta 7 unit kipas angin sebagai fasilitas pendukung sarana pendidikan bagi anak-anak di desa tersebut.
Secara keseluruhan, sebanyak 498 kepala keluarga di Desa Sulum dan Sekumur terdata sebagai penerima manfaat. Di sektor pendidikan, 192 anak dari jenjang SD hingga SMA di Desa Pematang Durian dan Tanjung Gelumpang menerima paket perlengkapan sekolah. Sementara itu, lebih dari 170 masyarakat di Desa Sulum dan Sekumur telah mengakses layanan kesehatan gratis yang disediakan selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan bantuan yang disalurkan di desa kami. Kehadiran langsung saudara-saudara dari jauh menjadi dukungan dan penyemangat bagi warga kami,” ujar Alimat, Datok Penghulu Desa Sulum.
“Kami menyadari masih ada kebutuhan yang belum sepenuhnya terpenuhi. Karena itu, kami akan terus memberikan dukungan agar masyarakat dapat pulih dan bangkit lebih kuat,” ujar perwakilan Mercy Relief.
Di sela kegiatan, tim juga melakukan peninjauan kondisi pascabanjir yang masih terlihat di beberapa wilayah, termasuk proses pembersihan sumur gali di Desa Juar sebagai upaya pemulihan akses air bersih. Selain itu, tim mengunjungi SMP Negeri 7 Karang Baru di Kecamatan Sekerak, di mana kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat banjir besar pada akhir November 2025.
Ke depan, Yayasan PKPA Indonesia bersama Mercy Relief dan Rahmatan Lil ‘Alamin Foundation Singapura akan melanjutkan pendistribusian bantuan secara bertahap ke desa-desa lain yang termasuk dalam lokasi intervensi program. (K- Dafi/Red)







.jpg)






.jpg)



.jpg)


